Daily Archives: August 9, 2019

Rumus Masa Jenis – Air, Minyak, Kayu, contoh soal

Published by:

Rumus Masa Jenis – Air, Minyak, Kayu, contoh soal

 


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai rumus masa jenis yang disertai dengan contoh soal, namun sebelum membahas rumusnya mari kita simak mengenai penjelasannya terlebih dahulu.

Masa jenis atau densitas atau rapatan adalah pengukuran masa setiap satuan volume benda. Apabila semakin tinggi masa jenis pada suatu benda maka akan semakin besar juga masa pada setiap volumenya.

Manfaat masa jenis yaitu menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda, selain itu pada satu zat berapapun massanya serta berapapun volumenya maka zat tersebut juga akan memiliki massa jenis yang jumlahnya sama.

Lalu bagaimana menentukan massa jenis suatu benda? Cara untuk menentukan massa jenis benda sangatlah mudah, yakni dengan cara membagi antara massa zat dengan volume zat. Apabila pada massa jenis zat yakni ρ (baca: rho), dan massa zat adalah M dan Volume Zat sebagai V, maka anda bisa membuat persamaannya seperti di bawah ini:

P= m/v

Keterangan;

ρ : massa jenis zat (Kg/m3)

m : massa zat (kg)

V : volume zat (m3)

Satuan massa jenis dalam SI adalah kg/cm3.

Massa jenis air dan minyak

Massa jenis
air merupakan konstanta atau bisa juga disebut dengan murni yang bisa didapatkan dari temperatur dan tak memiliki ketergantungan pada volume air tersebut. Jika didasarkan pada definisi yang ada di atas, maka massa jenis air merupakan massa zat air yang ada pada setiap satuan valume air. Pengukuran massa jenis air bisa dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang bernama Hidrometer. Nilai ketetapan yang terdapat dari sebuah massa jenis air murni yakni 1000 kg/m3 atau 1 gr/cm3.

Meski jika diperhatikan bentuknya sama sama berupa larutan cair akan tetapi massa jenis dari minyak ini sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan massa jenis air yang ada. Maka dari itu akan ada sebab dan juga akibat yang nantinya akan ditimbulkan oleh teori yang ada dibawah ini, cek selengkapnya pada ulasan berikut ini:

1. Massa Jenis Minyak Lebih Kecil Jika Dibandingkan Dengan Massa Yang Ada Pada Air

Poin pertama yang perlu diperhatikan dalam mempelajari massa jenis minyak ialah jumlah yang terdapat pada massa jenisnya ini lebih kecil jika dibandingkan dengan massa jenis air, contohnya seperti yang sudah disebutkan pada ulasan di atas, masa jenis merupakan hasil dari pembagian di antara massa total dengan massa volume total.

Dari sini bisa dilihat jika kedua zat cair ini mempunyai massa jenis yang jumlahnya berbeda sehingga massanya pun juga berbeda. Massa atau berat total yang dimiliki minyak terbukti lebih kecil jika dibandingkan dengan massa yang terdapat pada air, oleh sebab itu pada saat dihitung, hasilnya pun akan menunjukkan massa jenis air ini lebih besar jika dibandingkan dengan massa jenis yang dimiliki oleh minyak.

2. Ruang Antar Partikel Dan Juga Gerak Partikel

Salah satu yang menyebabkan massa jenis minyak dan air berbeda padahal kedua zat ini termasuk dalam jenis zat yang sama, ialah kerapatannya. Kerapatan dan gerak pertikel adalah ciri khas dari setiap benda. Bisa dikatakan jika minyak memiliki partikel dengan gerak yang lebih banyak jika dibandingkan dengan gerak partikel pada air.

Hal ini dikarenkan gerak yang relative lebih banyak sehingga jumlah ruang kosonga di antara partikel juga akan semakin banyak, yang akhirnya menyebabkan semakin banyaknya kerapatan yang menjadikannya semakin kecil. Hal inilah yang akhirnya membuat massa jenis yang terdapat pada minyak menjadi lebih kecil apabila dibandingkan dengan massa jenis pada air.

3. Massa Jenis Yang Terdapat Pada Minyak Lebih Kecil Sehingga Menyebabkan Minyak Tidak Bisa Bersatu dengan Air.

Coba sobat mencampurkan air dan minyak dalam satu wadah, sobat pasti tahu jika minyak tidak akan bisa bercampur dengan air meskipun diaduk sekalipun. Hal ini adalah akibat yang ditimbulkan dari perbedaan massa jenis dari minyak dan massa jenis air, kepadatan minyak sehingga minyak mengapung di permukaan air.

Massa jenis kayu

Massa jenis kayu yang berkisar 0,8 akan membuatnya berada diatas air dan tidak akan pernah bisa tenggelam. Karena nilai massa jenisnya berada dibawah air. Itulah sebabnya kayu tidak tenggelam jika di masukkan dalam air yang sobat ketahui massa jenis (ρ) air adalah 1 gr/cm³ atau kita singkat saja dengan “1”.

Contoh soal :

Jika anda diminta untuk mengubah massa jenis dari kg/m3 menjadi g/cm3 serta sebaliknya? Maka anda akan lebih mudah untuk mengkonversi satuan massa jenis dari kg/m3 menjadi g/cm3 dengan menggunakan cara yang ada di bawah ini:

Misalkan masa jenir air 1000 kg/m3, jika 1 kg = 1000 gram, maka 1000kg =1.000.000 gram,

Dan jika 1 m3 = 1.000.000 cm3 , maka hasil konversi dari 1000 kg/m3 ke g/cm3 adalah sebagai berikut;

1000 kg/m3= 1.000.000 g/1.000.000cm3

1000 kg/m3 = 1 g/ cm3

Sudah tahu kan, rumus masa jenis beserta dengan penjelasan lengkap dan contoh soalnya, semoga bermanfaat ya.

Artikel Lainnya :

Rumus Hambatan – Jenis, Pengganti, Kawat, Dalam, Lampu Disertai Contoh Soalnya

Published by:

Rumus Hambatan – Jenis, Pengganti, Kawat, Dalam, Lampu Disertai Contoh Soalnya


Rumus Hambatan Listrik

Hambatan Listrik memiliki rumus tersendiri, yaitu :

R = V/I

Keterangan :

R = Hambatan Listrik (Ohm).

V = Tegangan Listrik (Volt).

I = Arus Listrik (Ampere).

Macam-macam Hambatan Listrik

Hambatan jenis penghantar

Listrik dapat mengalir dalam suatu rangkaian apabila ada penghantar listrik. Penghantar listrik ini berfungsi untuk menghubungkan antara komponen-komponen listrik yang ada di dalam sebuah rangkaian kelistrikan.

Pada setiap penghantar mau pun bahan ini sendiri mempunyai nilai hambatan yang berbeda – besar sebab besar kecilnya nilai hambatan yang terdapat pada penghantar ini dapat mempengaruhi mudah sulitnya elektron-elektron bebas mau pun arus listrik untuk dapat melewatinya.

Jenis penghantar berdasarkan nilai hambatannya dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

1. Konduktor

Konduktor sendiri adalah salah satu jenis penghantar listri yang mudah untuk dialiri arus listrik, contohnya seperti perak, tembaga, emas dan lainnya.

2. Non konduktor atau isolator

Non konduktor atau isolator merupakan jenis penghantar listrik yang sukar atau sulit untuk dialiri arus listrik atau bahkan justru tidak dapat dialiri arus listrik. Contohnya karet, plastik, kaca, kertas dan lain sebagainya.

3. Semikonduktor

Semikonduktor merupakan jenis penghantar listrik yang mana arus listrik tidak akan semudah untuk mengalir seperti pada bahan penghantar konduktor dan nilai hambatannya tidak sebesar pada bahan penghantar isolator. Contohnya germanium, silikon dan lain sebagainya.

Hambatan Sambungan (Contact Resistance)

Salah satu penyebab besar kecil hambatan atau tahanan (resistance) listrik dalam sebuah rangkaian kelistrikan dapat dipengaruhi oleh penyambungan komponen-komponen pada rangkaian kelistrikan tersebut.

Sebagai salah satu contohnya jika penyambungan di antara terminal baterai dengan kabel tak tersambung dengan baik, atau juga sambungannya menjadi longgar sehingga pada saat arus listrik melawati bagian yang longgar akan memjadi semakin sulit dan hal ini dapat menimbulkan panas.

Dari panas yang ditimbulkan ini akan mempercepat proses terjadinya oksidasi atau terjadinya karat pada bagian yang longgar.

Karat tersebut nantinya akan dapat memperbesar tahanan yang terjadi sehingga arus listrik yang akan bisa melewatinya menjadi semakin terhambat olehnya.

Solusinya, untuk memperkecil tahanan sambungan ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan dahulu bagian kontak yang akan disambungkan, kemudian sambungkan bagian tersebut dengan keras (tidak longgar).

Hambatan karena panas

Temperatur atau suhu akan mempengaruhi besar kecilnya nilai tahanan. Apabila temperatur naik maka nilai tahanan listrik juga akan bertambah.

Sebagai bukti Nyala lampu akan semakin redup ketika kawat dipanaskan, maka hal tersebut membuktikan bahwa arus listrik yang mengalir ke lampu semakin sedikit karena nyala lampu yang redup yang dipengaruhi oleh semakin besarnya hambatan listrik yang terdapat pada kawat.

Komponen elektronik sendiri memanfaatkan temperatur yang ada agar bisa mengubah besar kecilnya hambatan yang merupakan komponen dari thermistor.

Thermistor terdapat dua tipe yaitu tipe NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient).

Thermistor type NTC adalah thermistor yang akan menambah hambatannya ketika temperatur berkurang, sedangkan thermistor PTC adalah thermistor yang akan menambah hambatannya ketika temperatur naik.

Hambatan jika panjang dan pendeknya pengantar serta besar kecilnya penampang penghantar

Apabila semakin panjang penghantar listrik maka akan membuat hambatan listriknya semakin besar juga, hal ini dikarenakan arus listrik harus melewati atom yang lebih banyak terlebih dahulu dan sebaliknya jika semakin pendek penghantar listrik maka harus melewati atom yang lebih kecil maka akan semakin kecil juga hambatan listrik yang harus dilewatinya.

Sedangkan apabila ukuran penampang penghantar kecil maka akan memperbesar hambatan listrik karena arus listrik yang melewati penghantar dengan ukuran penampang yang kecil akan lebih susah, dan sebaliknya apabila ukuran penampang penghantar tersebut semakin besar maka hambatan listriknya pun akan semakin kecil.

Contoh Soal Hambatan Listrik

1.Ada sebuah Lampu Pijar yang memiliki tegangan listrik yaitu sebesar = 40 Volt dengan kekuatan Arus Listrik yaitu sebesar = 10 Ampere. Nah, coba hitung berapa besaran hambatan listrik yang dapat dihasilkan oleh lampu pijar tersebut!

Penyelesaian :

Diketahui :

V = 40 Volt

I = 10 Ampere

Ditanya : R = ….?

Jawab :

R = V/I

R = 40 Volt/10 Ampere

R = 4 Ohm

Jadi, besaran hambatan listriknya adalah = 4 0hm

 

Sumber : https://laelitm.com

Nah, itulah dia pembahasan materi mengenai rumus hambatan listrik yang disertai dengan pengertian, macam – macam, rumus hingga contoh soal yang disertai dengan pembahasannya.

Artikel Lainnya :