Berikut adalah beberapa tips tentang cara merawat kulit jerawat bayi Anda:

Kulit bayi sangat sensitif dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena alasan ini, wajar bahwa anak-anak sering mengalami gangguan kulit, seperti jerawat. Tidak hanya remaja dan dewasa, jerawat juga bisa muncul pada bayi baru lahir. Karena itu kondisi ini disebut jerawat bayi. Lantas bagaimana cara merawat kulit bayi dengan kondisi ini? Lihatlah ulasan berikut.

Jerawat sebenarnya bisa muncul di kulit bayi Jerawat bayi pada awalnya merupakan bintik-bintik merah yang membuat daerah di sekitarnya memerah ketika mereka berkembang menjadi penuh warna, penuh dengan nanah (bintik-bintik putih). Jerawat ini dapat muncul di sekitar pipi, dagu, dahi atau bahkan punggung anak. Kondisi ini dapat terjadi setelah kelahiran bayi baru atau sekitar dua atau empat minggu setelah kelahiran. Anak-anak biasanya akan lebih pilih-pilih ketika benda kasar atau garam di sekitar jerawat.

Dilansir dari Baby Center, penyebab darurat jerawat infantil belum diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan ini terjadi karena faktor hormonal dan keturunan. Lebih lanjut, jika ibu mengkonsumsi obat-obatan tertentu selama menyusui dia dapat memicu pertumbuhan jerawat bayi. Dalam beberapa kasus, anak-anak juga mungkin mengalami kondisi ini sebagai akibat dari reaksi kulit terhadap produk perawatan yang tidak cocok untuk mereka.

Bahkan jika dia dapat menyembuhkan dirinya sendiri, jerawat bayi masih membutuhkan perawatan
Kondisi ini umum dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, minggu atau bulan. Namun, merawat di rumah dapat membantu kulit bayi sembuh lebih cepat dan membuat kulit bayi lebih sehat.

Berikut adalah beberapa tips tentang cara merawat kulit jerawat bayi Anda:

1. Jaga kebersihan kulit bayi
Membersihkan wajah bayi secara teratur dengan air hangat membantu menjaga kulit bersih dari sisa makanan, air susu ibu, air liur dan, tentu saja, bakteri atau kuman. Cara membersihkannya dengan menyiapkan kain atau kain lembut yang sebelumnya direndam dalam air panas. Kemudian gosok dengan lembut, hindari menggosok kulit bayi dengan keras yang bisa menyebabkan iritasi. Setelah dibersihkan, keringkan dengan handuk atau kain kering dengan mengetuknya dengan lembut.

Meskipun tujuannya adalah untuk membersihkan kulit bayi, mencuci muka bayi dilakukan hanya sekali sehari dan tidak lagi.

Bersihkan mulut anak-anak yang sering mengeluarkan air liur dengan tisu kering. Ini untuk menghindari air liur pada jerawat di sekitar dagu. Jangan gunakan tisu basah yang umumnya mengandung alkohol dan parfum yang bisa menyebabkan rasa sakit dan mengeringkan kulit bayi.

2. Jangan menggunakan produk perawatan kulit dengan sembarangan
Untuk anak-anak yang masih beberapa bulan, penggunaan produk perawatan dapat menyebabkan iritasi. Penggunaan lotion berminyak pada kulit bayi juga akan memperparah kondisi jerawat karena menghambat pori-pori kulit. Jika Anda menerima produk perawatan kulit dari dokter Anda, gunakan sesuai petunjuk.

3. Jangan sakiti jerawat
Jika jerawat muncul di sekitar pipi, hindari mencubit pipi. Ini akan merusak dan mengiritasi jerawat di kulit. Untuk sementara, gunakan pakaian kancing, ini menghindari gesekan dari kulit jika pakaian digunakan langsung dari atas kepala.

Dalam merawat kulit yang berjerawat, Anda harus bersabar. Rasa khawatir harus muncul karena anak menjadi tidak nyaman dan sering menangis. Jika jerawat bayi tidak hilang dalam waktu tiga bulan, perlu segera diperiksa kesehatan kulitnya oleh dokter. Pada kenyataannya itu bukan pengobatan khusus untuk mengobati jerawat bayi.

Dokter cenderung merekomendasikan penggunaan obat atau salep sebagai pengobatan.

Bintik-bintik merah pada kulit bayi bukan hanya pertanda jerawat bayi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan bintik-bintik merah muncul di kulit bayi dan biasanya disertai dengan gejala lain, seperti demam. Lakukan tes lebih lanjut jika kondisinya terjadi.

Baca juga :