Metode Belajar yang tepat

Pengertian Cara Belajar

Tidak ada sebuah metode melatih pun yang sesuai untuk seluruh pebelajar, sebab metode melatih yang ditentukan mestilah melewati proses pertimbangan atas teknik belajar semua pebelajarnya. Setiap pebelajar memiliki teknik sendiri dalam urusan mengolah, menyandi, menikmati atau menerima informasi (pesan pembelajaran). Ada pebelajar lebih menyukai teknik visual dan terdapat yang lebih menyukai teknik mendengar. Ada yang lebih suka belajar sendiri, terdapat yang lebih suka belajar secara kolaborasi atau bersama-sama dan berdiskusi. Ada yang suka meneliti informasi, terdapat pula yang senang menciptakan abstrak garis besar isi bahan. Ada yang lebih menggantungkan diri pada isyarat internal, terdapat pula yang lebih mempercayai isyarat eksternal untuk mengubah sesuatu. Cara yang terus-menerus tetap untuk masing-masing pebelajar ini disebut teknik belajar atau learning style. Selayaknyalah teknik belajar pebelajar ini dijadikan pertimbangan mula oleh pembelajar (instruktur, dosen, guru) dalam menilai metode melatih yang cocok dengan teknik belajar pebelajar.

Berkaitan dengan teknik belajar, terdapat sebanyak istilah yang mempunyai pengertian yang sama, yakni learning style (cara belajar), cognitive style (cara kognitif), dan teknik belajar kognitif. Istilah terakhir ini digunakan oleh Tresna Sastrawijaya (1988). Namun guna memperjelas definisi istilah tersebut: (a) Schunk (1991) menuliskan bahwa: Cognitiv style is stable variation among lerners in ways of perceiving, organizing, processing, and remembering information; (b) Dembo (1981) Cognitive style of learning style is the consistent ways in which and individual responds to a wide range of perceptual and intellectual tasks; Sigel and Cop (1974) State that cognitive style is an integrative concept in that is definition bridges the personality-cognitive dimension of the individual; (c) Nasution (1997), Learning stule : refers to a students consistent way of responding to and using stimuli in the of learning. Cognitive style : cognitive characteristic modes of fungtion in that we reveal throughout perceptual and intellectual activities in highly consistent and pervasive way. Cognitive style is a supordinate construct which Is involved in many cognitive operation, and which accounts for individual differences in a variety of cognitive, perceptual, and personality variables; (d) Sastrawijaya (1988) Cara belajar cognitif ialah cara seseorang yang relatif tetap dan terus menerus dalam urusan mengolah, menyandi, menyimpan, menikmati atau menerima informasi; (e) Porter dan Hernacki (2000) teknik belajar merupakan campuran modalitas dan kekuasaan otak. Modalitas dengan kata lain cara termudah untuk seorang guna menyerap informasi, sedangkan kekuasaan otak teknik seorang dalam menata dan mengelolah informasi.

Cara belajar Kinestetik adalah segala jenis gerak dan emosi, baik yang dibuat maupun yang diingat. Gerakan, koordinasi, irama, tanggap emosional, dan kenyamanan jasmani menonjol di sini. Seorang pembelajaran yang paling kinestetik, sering mengerjakan hal-hal inilah :

1. Menyentuh orang dan berdekatan, tidak sedikit gerak;
2. Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan ketika membaca;
3. Mengingat seraya berjalan dan melihat;

Dari sejumlah pengertian tersebut di atas, peneliti bisa menarik benang merah bahwa istilah cognitive style, Learning ataupun teknik belajar kognitif, mempunyai pengertian yang sama yaitu teknik yang relatif tetap dan konsisten yang dilaksanakan seorang pembelajar dalam menciduk stimulus atau informasi, teknik mengingat, teknik berfikir, dan teknik memecahkan masalahnya. Selanjutnya dalam tesis ini peneliti bakal menggunakan teknik belajar. Cara belajar yang paling berperan dalam proses pembelajaran merupakan:

a. Visual

Cara belajar ini mengakses citra visual yang dibuat maupun diingat. Baik berupa warna, hubungan ruang, foto mental, dan gambar sangat berpengaruh dalam teknik belajar ini. Dicirikan dengan:
1) Teratur, menyimak segala sesuatu, mengawal penampilan;
2) Mengingat dengan gambar, lebih suka menyimak daripada dibacakan;
3) Membutuhkan cerminan dan destinasi menyeluruh, menciduk secara detail, dan menilik apa yang dilihat.

b. Auditorial

Cara belajar ini mengakses segala jenis bunyi dan kata, baik yang dibuat maupun yang diingat. Musik, nada, irama, rima, dialog internal, dan suara paling menonjol di sini. Dicirikan dengan:
1) Perhatiannya gampang terpecah;
2) Berbicara dengan pola berirama;
3) Belajar dengan teknik mendengar, menggerakkan bibir atau bersuara ketika membaca;
4) Berdialog secara internal dan eksternal.

 

Sumber : https://dosenpintar.co.id/